Tampilkan postingan dengan label iphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iphone. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011

Flash Builder - Bikin Aplikasi TweetTrends


Dalam tutorial ini kita coba untuk membuat aplikasi TweetTrends yang sudah dicontohkan (hanya 8 menit 34 detik utk 3 platform), step-by-step :
1. Buka Flash Builder 4.5.1
2. Pilih File>New>Flex Mobile Project
3. Ketik TwitterTrends pada project name, lalu tekan Next
4. Pada halaman Mobile Setting, pilihlah :
a. Apple iOS, BlackBerry Tablet OS, dan Google Android (centang ketiganya)
b. View-Based Aplication
c. Automatically reorient
d. Automatically scale application for different screen densities, dan biarkan Application DPI spada defaultnya 160 dpi.
5. Tekan Finish.
6. Unzip TwitterTrendsAssets.zip, lalu masukkan folder assets ke folder TwitterTrends/src
Flash builder akan meng-generate 2 MXML komponen, yaitu: TwitterTrends.mxml (aplikasi utama), dan TwitterTrendsHomeView.mxml (tampilan home screen).


Membuat Global Konten di ActionBar File Aplikasi Utama
1. Pilih aplikasi utama, TwitterTrends.mxml
2. Pilih design view
3. Buatlah button dengan men-drag component button dari bilah component ke bagian actionContent.
4. Ubah property button sbb:
a. ID: refreshBtn
b. Label: hapus tulisan Button
c. Icon: pilih multi-Resolution Bitmap mengambil dari assets/refreshxxx.png sesuai dengan ukuran dpi masing-masing, beri centang Embed.
d. On click: ketik Object(navigator.activeView).refresh(), lalu tekan Enter

Membuat LayOut Tampilan
1. Pilih TwitterTrendsHomeView.mxml
2. Pilih design view
3. Buatlah List dengan men-drag component List dari bilah component ke area main view, di bawah ActionBar.
4. Resize List hingga melingkupi seluruh main view area, dan tepi atasnya tepat di bawah ActionBar. Pada bagian contraints dalam bilah properties, centang kiri, kanan, atas, dan bawah sehingga valuenya 0 semua.
Koneksikan Data
1. Pilih Data>Connect to HTTP...
2. Ubah "Operation1" menjadi getTrends
3. Isikan urlnya: http://api.twitter.com/1/trends.json
4. Isikan TwitterService pada service name, lalu tekan Finish.


5. Pada panel Data/Service di bawah, klik kanan getTrends() dan pilih Configure Return Type...
6. Pastikan Auto-detect terpilih, lalu tekan Next
7. Tekan Next lagi
8. Ketik Trends pada name.
9. Ubah Trends[] menjadi Trend[], agar kita tidak bingung, lalu tekan Finish.
10.  Pada panel Data/Service di bawah, klik kanan getTrends() dan pilih Generate Service Call. Tampilan akan berubah menjadi source view dan meng-generate fungsi getTrends().
11. Tambahkan di dalam
public function refresh(): void 

      getTrends(); 
}
12. Ketik di bawah tag (bagian atas file): viewActivate="refresh()"
13. Letakkan kursor di depan tanda ">" pada tag yang awal.
14. Pilih Data>Bind to Data
15. Seharusnya Existing call result sudah terseleksi, dan pada existing CallResponder sudah tampak getTrendsResult.
16. Pada Data Provider, pilih trends[]
17. Pada Label field, pilih name, lalu tekan OK.
Membuat TweetsView
1. Klik Kanan TwitterTrends/src/views>New> MXML Component
2. Isikan TweetsView pada name field, lalu Finish
3. Buatlah List dengan men-drag component List dari bilah component ke area main view, di bawah ActionBar.
4. Resize List hingga melingkupi seluruh main view area, dan tepi atasnya tepat di bawah ActionBar. Pada bagian contraints dalam bilah properties, centang kiri, kanan, atas, dan bawah sehingga valuenya 0 semua.
Menghubungkan TweetsView dengan Data
1. Isikan "Tweets for {data}" pada title dalam bilah Properties
2. Pada panel Data/Service, klik kanan TwitterService dan pilih Properties.
3. Klik Add di atas Operation table, lalu ganti Operation1 menjadi getTweets. Isikan http://search.twitter.com/search.json pada URLnya.
4. Klik Add 2x di atas Parameters table, isi parameter names dengan q dan result_type. Lalu tekan Enter. Pastikan Kedua type data berupa String.
5. Tekan Finish.
6. Kembali ke panel Data/Service, Klik kanan getTweets() dan pilih Configure Return Type...
7.Pastikan Auto-detect terpilih, lalu tekan Next
8. Ketik Tweets pada name.
9. Ubah Results[] menjadi Tweet[], lalu tekan Finish.
10. Klik kanan pada getTweets(), pilih Generate Service Call.
Membuat auto-refresh pada TweetsView
1. Dalam masukkan kode:
public function refresh(): void 
       getTweets(String(data), "recent"); 
}
2. Di bawah ketik viewActivate="refresh()"
Letakkan kursor di depan tanda ">" pada tag  yang awal.
3. Pilih Data>Bind to Data (seperti pada langkah 13)
4. Seharusnya Existing call result sudah terseleksi, dan pada existing CallResponder sudah tampak getTweetsResult.
16. Pada Data Provider, pilih results[]
17. Pada Label field, pilih text, lalu tekan OK.
Setting View Navigation
Untuk membuat perintah tampilan halaman selanjutnya sesuai dengan item yang dipilih pada  Home Screen, caranya cukup mudah.
1. Pilih TwitterTrendsHomeView.mxml
2. Masuk ke design view
3. Klik pada List Area yang telah kita buat, lalu ketikkan navigator.pushView(TweetsView, list.selectedItem.name) pada On Change di bilah properties. Kemudian tekan Enter.
Membuat IconItemRenderer
Dengan IconItemRenderer, kita bisa memuat icon, label dan message dalam 1 item, yang bisa diperintah rendering ke hal yang lebih detil di halaman selanjutnya.
Cara membuatnya lebih mudah jika memakai kode :
1. Pilih TweetsView.mxml (bukan TwitterTrendsHomeView.mxml, karena tampilan kodenya hampir sama)
2. Delete labelField="text" dalam , karena akan kita jabarkan dalam IconItemRenderer di bawah.
3. Buat baris dengan menekan Enter di depan
4. Ketik Icon, lalu tekan Ctrl+Space. Sehingga terbentuk kode secara otomatis.
5. Lengkapi Kode sehingga menjadi :
**Sebaiknya Kode diatas Anda ketik, bukan mengcopy-nya, agar mengetahui fasilitas dan kemudahan dalam flash builder. Untuk memunculkan pop-up atas kode yang anda inginkan dapat menggunakan Ctrl+Space, lalu pilih kode yang diinginkan. Seperti pada saat anda mengetik iconPlaceholder="{assets.}", anda pilih LoadingIcon, sehingga secara otomatis akan mengimpor assets.LoadingIcon dan menempatkannya di dalam .
6. Tekan Save, lalu Run aplikasi ini.
Membuat Tombol Back untuk kembali ke HomeScreen
Aplikasi yang telah kita buat sudah dapat dinikmati, hanya saja untuk kembali ke homescreen kita harus menekan tombol Ctrl+B. Hal ini membuat kurang nyaman, oleh karena itu kita dapat membuat sebuah tombol agar bisa secara nyaman kembali ke HomeScreen. Caranya tidak sulit:
1. Pilih TweetsView.mxml
2. Masuk ke design mode.
3. Drag Button dari bilah component, ke navigationContent yang terletak di sebelah kiri judul pada ActionBar
4. Ubah Label: pada bilah properties menjadi "Back" dan ketik "navigator.popView()" pada On click. Tekan Enter, lalu save.
Membuat UserInfoView
1. Klik kanan pada TwitterTrends/src/views, lalu pilih New> MXML Component
2. Beri nama UserInfoView
3. Masuk ke design mode.
4. Drag Image dari bilah component, ke navigationContent yang terletak di sebelah kiri judul pada ActionBar.
5. Pada bilah Properties, setting width dan height menjadi 43.
6. Ketik "navigator.popView()" pada click dalam alphabetical view.
7. Drag Label dari bilah component, ke titleContent yang terletak di tengah ActionBar
8. Pada bilah Properties, setting menjadi Bold dan ubah warnanya menjadi putih.
9. Drag Label lagi sebanyak 4 buah, dan buat seperti gambar di bawah ini:
10. Setting constraint label (location) dan (follower) seperti berikut ini:
11. Klik Alphabetical view pada pojok kanan atas bilah properties, lalu setting maxDisplayedLines dengan 1.
12. Drag List dari bilah component, ke bawah Label, dan resize secara penuh ke kanan, kiri, dan bawah. Atur constrainnya menjadi 0 semua.
13. Masuk ke Alphabetical view, lalu setting borderVisible menjadi "true"
Menghubungkan Data dengan UserInfoView
1. Pada panel Data/Service, klik kanan TwitterService dan pilih Properties.
2. Klik Add di atas Operation table, lalu ganti Operation1 menjadi getUserInfo. Isikan http://api.twitter.com/1/users/show.xml pada URLnya.
3. Klik Add di atas Parameters table, isi parameter names dengan screen_name. Lalu tekan Enter. Pastikan type data berupa String.
4. Tekan Finish.
5. Kembali ke panel Data/Service, Klik kanan getUserInfo() dan pilih Configure Return Type...
6. Pastikan Auto-detect terpilih, lalu tekan Next
7. Pada kolom Enter Value, ketik Adobe (baris yang sama dengan screen_name), lalu tekan Next.
8. Tekan Finish.
9. Klik kanan pada getUserInfo(), pilih Generate Service Call.
10. Kembali ke panel Data/Service, Klik kanan pada getTweets(), pilih Generate Service Call.
11. Di dalam ketik kode:
public function refresh(): void 
getUserInfo(String(data)); 
getTweets("from:" + String(data), "recent"); 
}
12. Tambahkan viewActivate="refresh()" di bawah
13. Hapus title="UserInfoView" di bawah 
14. Pilih Data>Bind to Data (seperti pada langkah 13)
Seharusnya Existing call result sudah terseleksi, dan pada existing CallResponder sudah tampak getTweetsResult.
15. Pada Data Provider, pilih results[]
16. Pada Label field, pilih text, lalu tekan OK.
17. Delete labelField="text" dalam , karena akan kita jabarkan dalam IconItemRenderer di bawah.
18. Buat baris dengan menekan Enter di depan 
19. Ketik Icon, lalu tekan Ctrl+Space. Sehingga terbentuk kode secara otomatis.
20. Lengkapi Kode sehingga menjadi :

21. Masukkan source="{getUserInfoResult.lastResult.profile_image_url}" dalam navigationContent.
22. Ubah menjadi text="{data}" dalam titleContent.
23. Ubah menjadi text="{getUserInfoResult.lastResult.location}" untuk label (location).
24. Ubah menjadi text="{getUserInfoResult.lastResult.followers_count}" untuk label (follower).
Seperti tampak pada gambar di bawah ini:
Membuat Change handler untuk menuju ke UserInfoView
1. Pilih TweetsView.mxml
2. Masuk design view, pilih kotak List di tengah area.
3. Ketik navigator.pushView(UserInfoView, list.selectedItem.from_user) pada Change dalam bilah properties.
4. Tekan Enter, lalu save.


Selesai.
Anda bisa mencobanya beberapa kali hingga paham dan mengerti fungsi-fungsi dari kode yang dimasukkan.
Selanjutnya......

Jumat, 08 Juli 2011

Wow, 15 Miliar Unduhan di App Store! oleh 200 juta pengguna




Sejak App Store diluncurkan pada Juli 2008 lalu, terjadi 15 miliar unduhan pada sistem distribusi aplikasi online untuk iPhone, iPod Touch, dan iPad tersebut.


Dalam pengumumannya, di Cupertino California, Apple menyebutkan, sampai saat ini di App Store terdapat lebih dari 425.000 aplikasi dan 100.000 aplikasi di antaranya diciptakan khusus untuk tablet keluaran Apple, iPad.


"Hanya dalam 3 tahun, App Store yang revolusioner tumbuh menjadi Software market yang paling sukses dan menarik yang pernah ada di dunia", kata Phillip Schiller, Senior Vice President Apple untuk Pemasaran Produk Worldwide. "Terima kasih kepada seluruh developer hebat yang telah mengisinya dengan lebih dari 425.000 aplikasi keren dan terima kasih juga kepada 200 juta pengguna iOS untuk melakukan 15 juta unduhan", tambahnya.



"Kami mempesona musical magic ketika pengguna iPhone menggunakan Ocarina tiga tahun lalu," kata Dr. Ge Wang, penemu Smule dan Asisten Profesor di Stanford's Center for Computer Research in Music and Acoustics. "Dan sekararang dengan iPad, kami membuat aplikasi Magic Piano dan Magic Fiddle. Siapa yang menyangka sebuah iPad dapat membuat jalan menuju San Fransisco Symphony?"

Hingga kini, Apple sudah membayar pengembang aplikasi sejumlah 2,5 miliar dollar AS. Apple memperoleh pendapatan bersih dari penjualan aplikasi itu senilai lebih dari 1 miliar dollar AS.

Pada Januari 2010, App Store melampaui 3 miliar unduhan, dan pada Januari 2011, Apple mengumumkan bahwa App Store sudah melewati angka 10 miliar unduhan. Apple hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai angka 15 miliar unduhan.
Selanjutnya......

Selasa, 05 Juli 2011

iPhone 5 vs Galaxy Z vs Nexus 4G

Guna menyaingi iPhone 5, Samsung meluncurkan produk terjangkau, adik Galaxy S2, Galaxy Z. Pesaing murah iPhone 5 ini diharapkan rilis pada September. Sedangkan Google Akan mengeluarkan Versi lanjutan Nexus Google yang oleh beberapa pihak menamakannya Nexus 4G, akan menjadi smartphone ‘ganas’.


iPhone 5

Mengapa produsen lain ribet untuk merilis produk saingi iPhone 5?
Ada beberapa keunggulan yang dirumorkan bakal diusung oleh iPhone 5 :
Layar yang lebih lebar 4-inch: Dengan layar lebar, edge-to-edge screen, smartphone ini lebih terlihat seperti mini tablet dengan chasis seukuran iPhone 4. Keinginan untuk menggunakan layar lebih lebar, sudah ada sejak juni 2010.
E-Ink/Retina Display: Bersamaan dengan layar lebar, pengguna iPhone juga berharap bertambahnya resolusi layar dan retina display pada iPhone 5. Faktanya, hal ini juga keinginan pengguna pada iPad 2. 
USB 3.0/Thunderbolt: Seperti yang kita tahu, bahwa iPhone sangat kurang dalam hal konektifitas dan USB. Diharapkan iPhone 5 mengusung teknologi konektivitas seperti USB 3.0 atau thunderbolt. 
64GB of Cloud Storage: Penambahan kapasitas penyimpanan untuk iPhone 5 akhirnya terwujud, sebuah laporan mengindikasikan bahwa Apple telah membeli penyimpanan ber-petra-petrabytes yang akan mendukung cloud-based storage bagi pengguna iPhone 5. 
A5 Chip and iOS 5: Baik chip A5 maupun sistem opertasi iOS5 jelas akan dimasukkan ke dalam iPhone 5. Karena keduanya telah dipakai juga dalam iPad 2.
HDMI Output Capability: HDMI output merupakan yang sudah ditambahkan pada iPad 2, dan hal ini disambut hangat oleh penyuka HD dan pengguna iPhone. Dengan adanya koneksi HDMI, jelas menjadi nilai tambah tersendiri bagi iPhone 5.

Samsung Galaxy Z

Perangkat baru dari produsen asal Korea ini diharapkan rilis bersamaan iPhone, yakni September. Perangkat ini menggunakan Nvidia Tegra 2 SoC dual core 1GHz. Layar Galaxy Z sendiri hanya berbeda satu inci dari Galaxy S2, yakni 4,2 inci.

Bedanya, Galaxy Z menggunakan Super LCD sedangkan Galaxy S2 menggunakan Super AMOLED plus dengan resolusi 480x800 piksel. Perangkat baru ini memiliki ketebalan 9,5 mm dan berat 135 gram.

Seperti ditulis techradar, banyak pihak mengatakan, Galaxy Z merupakan versi pembaruan Galaxy S, dilihat dari fitur kamera 5MP berkemampuan rekam definisi tinggi (HD), memori sebesar 8GB yang bisa diperbesar dengan kartu microSD dan sistem operasi (OS) Android Gingerbread.

Namun belum ada rincian lebih lanjut mengenai perangkat baru ini. Namun, di Swedia, perangkat ini bisa diperoleh dengan kontrak di operator 3 dengan biaya bulanan 30 GBP (Rp 410 ribu).




Nexus 4G



Jonathan S. Geller dari GBR mengatakan, perangkat ini akan menjadi ‘binatang buas’ dan tak akan memiliki tombol fisik apa pun. Selain itu, perangkat ini juga akan menjadi smartphone Android pertama berfitur sistem operasi (OS) v4.0 Ice Cream Sandwich.
Perangkat ini akan ditenagai dua core 1,2GHz atau 1,5GHz SoC. Blogger ini mengatakan, Nexus 4G ini tak akan menggunakan quad core monster Nvidia, Kal-El. Gantinya yakni, TI OMAP 4460 atau 25nm Qualcomm Snapdragon ‘Krait’.
Artinya, smartphone ini akan dibuat HTC atau Motorola yang telah menjadi mitra utama Qualcomm. Namun belum ada informasi ukuran layar smartphone ini selain model 720p HD yang menandakansmartphone ini beresolusi 1280x720, resolusi ini 50% lebih tinggi dibanding iPhone 4.
Alhasil, smartphone ini jelas akan menyaingi tampilan ‘Retina’ Apple yang memiliki kepadatan piksel lebih tinggi dari 326ppi.
Spesifikasi lain smartphone ini termasuk, 4G LTE radio, 1GB RAM, putar dan rekam video 1080p, kamera depan 1MP dan belakang 5MP yang menawarkan ‘kualitas gambar terdepan’ dan ‘kinerja superior saat minim cahaya’.
Nexus 4G diharapkan muncul bertepatan iPhone 5 rilis.

Selanjutnya......