Tampilkan postingan dengan label mobile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobile. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Platform Chat BBM 6 Terintegrasi ke FourSquare v3

Akhirnya, Research In motion (RIM) memenuhi janjinya mengintegrasikan platform sosial di BlackBerry Messenger ke sejumlah aplikasi pihak ketiga. Fitur-fitur BBM 6 kini tidak hanya eksklusif hanya bisa dipakai untuk membangun interaksi sosial pengguna di beragam aplikasi.


BBM versi 6 (BBM 6), telah menjalin kerja sama dengan para pengembang untuk menyediakan aplikasi-aplikasi "BBM connected". Lewat fitur-fitur yang tersedia, pengguna aplikasi, misalnya sebuah game yang telah mendukung, dapat mengundang teman di BBM untuk bermain game bersama. Mereka juga bisa melakukan chatting tanpa harus keluar dari permainana game tersebut.

Beberapa aplikasi yang sudah mendukung BBM 6 antara lain Foursquare, Huffington Post, Wikitude, Telemap, PowPow. Dari Indonesia, aplikasi lokal juga tak ketinggalan seperti Bouncity, Koprol, Menoo, Gamemachi, dan MiMoMachi dari Elasitas. 
"BBM 6 menandai dimulainya era pengalaman sosial yang tak terbatas bagi para pengguna smartphone BlackBerry," kata Alistair Mitchell, VP, BBM Platform & Integrated Services di Research In Motion dalam siaran persnya. Ia mengatakan, hal tersebut juga membuka peluang bagi para pengembang untuk memanfaatkan keunggulan fitur-fitur BBM untuk meningkatkan kapuasan pengguna aplikasinya. 

Aplikasi BBM 6 mulai tersedia, Kamis (28/7/2011) hari ini dan sejumlah aplikasi yang sudah mendukung juga sudah tersedia di BlackBerry App World untuk diunduh dan akan terus bertambah. Software BBM 6 juga dapat diperoleh di www.blackberry.com/blackberry messenger. Foursquare v3.0 Alpha ini masih dalam versi ALPHA, yaitu belum tentu stabil dan kemungkinan masih ada error. Untuk yang tertarik untuk  download melalui handphone (*.jad) http://www.foursquare.com/blackberry/alpha.
Beberapa fitur sosial BBM 6 yang bisa diintegrasikan ke dalam aplikasi antara lain: 
  • Berbagi pengalaman - Saat pengguna BlackBerry menemukan aplikasi yang menarik, mereka dapat langsung memberitahukannya kepada teman. Mereka bisa memilih kepada siapa informasi tersebut akan dibagi langsungf dari aplikasi tersebut. 
  • Ruang chat BBM di aplikasi - Pengguna dapat menarik semua kontak di BBM ke dalam aplikasi dan memulai perbincangan. 
  • Mendapatkan informasi aplikasi dari teman - Pengguan dapat menemukan aplikasi apa saja yang mendukung dari daftar yang dipakai teman dalam profil BBM nya kemudian klik untuk mengunduhnya. Hal ini mempermudah kolaborasi dengan teman.

Selanjutnya......

Senin, 25 Juli 2011

Dua Malware Ganas Menyerang Android


Baru-baru ini ditemukan lagi dua malware yang menyerang pengguna ponsel berbasis Android. DroidDream Light dan Zitmo.



Yang pertama adalah varian DroidDream Light yang sebelumnya sempat menyerang tidak kurang dari 120.000 pengguna ponsel berplatform Android. Yang kedua dikenal dengan nama Zitmo. Serangan Zitmo ini dilaporkan lebih serius, malware ini mampu mencuri password bank dan melakukan transaksi dengan password tersebut tanpa disadari pemiliknya. Setidaknya sudah 5.000 ponsel Android yang terinfeksi malware ini.
Menurut blog Lookout, perusahaan pembuat antivirus yang menemukan kedua malware tersebut, DroidDream Light ditemukan menempel di beberapa aplikasi yang resmi ada di Android Market: Quick Falldown, Scientific Calculator, Bubble Buster dan sebuah klon dari Best Compass & Leveler. Keempat aplikasi tersebut selama ini dianggap layak dan di-submit ke Market oleh Mobnet. DroidDream Light mampu melakukan pekerjaan di backgroud tanpa sepengetahuan pemilik ponsel. Malware ini juga sering mengunduh sendiri software yang bisa saja disetujui oleh pengguna ponsel tanpa ia sadari risikonya. Ancaman serius dari malware ini bahkan bisa merusak handset itu sendiri. Sementara itu, malware Zitmo tidak dapat merusak handset tetapi malware yang juga menyerang Windows Mobile dan Symbian ini bertugas mencuri informasi bank dari pengguna ponsel Android dan malware ini terhubung dengan PC maupun ponsel Android. Begitu pengguna mengakses website bank miliknya, malware Android ini segera bekerja dengan merekam pesan atau SMS yang memberikan kode atau password bank lalu melakukan transaksi atas nama pemilik akun bank tanpa mereka sadari. Adanya banyak ancaman malware di aplikasi Android ini memicu pengguna ponsel Android mendesak Google agar menerapkan kriteria yang ketat dalam menyetujui aplikasi yang masuk dalam Android Market. Setidaknya Google harus belajar dari Apple dalam hal ini. Terbukti dengan sistem seleksi aplikasi di Apple yang ketat, jarang atau hampir tidak ada malware yang menyerang pengguna iPhone atau iPad. Akan tetapi, karena banyaknya penyedia aplikasi bagi pengguna Android dari pihak ketiga di luar Android Market, ancaman terhadap pengguna ponsel Android terhadap malware semakin parah. Namun, setidaknya bila Google lebih ketat meningkatkan sekuriti dan pengetatatan kriteria persetujuan aplikasi di Market-nya, pengguna ponsel Android agak sedikit lebih aman. Selanjutnya......

Jumat, 15 Juli 2011

Flash Builder - Bikin Aplikasi TweetTrends


Dalam tutorial ini kita coba untuk membuat aplikasi TweetTrends yang sudah dicontohkan (hanya 8 menit 34 detik utk 3 platform), step-by-step :
1. Buka Flash Builder 4.5.1
2. Pilih File>New>Flex Mobile Project
3. Ketik TwitterTrends pada project name, lalu tekan Next
4. Pada halaman Mobile Setting, pilihlah :
a. Apple iOS, BlackBerry Tablet OS, dan Google Android (centang ketiganya)
b. View-Based Aplication
c. Automatically reorient
d. Automatically scale application for different screen densities, dan biarkan Application DPI spada defaultnya 160 dpi.
5. Tekan Finish.
6. Unzip TwitterTrendsAssets.zip, lalu masukkan folder assets ke folder TwitterTrends/src
Flash builder akan meng-generate 2 MXML komponen, yaitu: TwitterTrends.mxml (aplikasi utama), dan TwitterTrendsHomeView.mxml (tampilan home screen).


Membuat Global Konten di ActionBar File Aplikasi Utama
1. Pilih aplikasi utama, TwitterTrends.mxml
2. Pilih design view
3. Buatlah button dengan men-drag component button dari bilah component ke bagian actionContent.
4. Ubah property button sbb:
a. ID: refreshBtn
b. Label: hapus tulisan Button
c. Icon: pilih multi-Resolution Bitmap mengambil dari assets/refreshxxx.png sesuai dengan ukuran dpi masing-masing, beri centang Embed.
d. On click: ketik Object(navigator.activeView).refresh(), lalu tekan Enter

Membuat LayOut Tampilan
1. Pilih TwitterTrendsHomeView.mxml
2. Pilih design view
3. Buatlah List dengan men-drag component List dari bilah component ke area main view, di bawah ActionBar.
4. Resize List hingga melingkupi seluruh main view area, dan tepi atasnya tepat di bawah ActionBar. Pada bagian contraints dalam bilah properties, centang kiri, kanan, atas, dan bawah sehingga valuenya 0 semua.
Koneksikan Data
1. Pilih Data>Connect to HTTP...
2. Ubah "Operation1" menjadi getTrends
3. Isikan urlnya: http://api.twitter.com/1/trends.json
4. Isikan TwitterService pada service name, lalu tekan Finish.


5. Pada panel Data/Service di bawah, klik kanan getTrends() dan pilih Configure Return Type...
6. Pastikan Auto-detect terpilih, lalu tekan Next
7. Tekan Next lagi
8. Ketik Trends pada name.
9. Ubah Trends[] menjadi Trend[], agar kita tidak bingung, lalu tekan Finish.
10.  Pada panel Data/Service di bawah, klik kanan getTrends() dan pilih Generate Service Call. Tampilan akan berubah menjadi source view dan meng-generate fungsi getTrends().
11. Tambahkan di dalam
public function refresh(): void 

      getTrends(); 
}
12. Ketik di bawah tag (bagian atas file): viewActivate="refresh()"
13. Letakkan kursor di depan tanda ">" pada tag yang awal.
14. Pilih Data>Bind to Data
15. Seharusnya Existing call result sudah terseleksi, dan pada existing CallResponder sudah tampak getTrendsResult.
16. Pada Data Provider, pilih trends[]
17. Pada Label field, pilih name, lalu tekan OK.
Membuat TweetsView
1. Klik Kanan TwitterTrends/src/views>New> MXML Component
2. Isikan TweetsView pada name field, lalu Finish
3. Buatlah List dengan men-drag component List dari bilah component ke area main view, di bawah ActionBar.
4. Resize List hingga melingkupi seluruh main view area, dan tepi atasnya tepat di bawah ActionBar. Pada bagian contraints dalam bilah properties, centang kiri, kanan, atas, dan bawah sehingga valuenya 0 semua.
Menghubungkan TweetsView dengan Data
1. Isikan "Tweets for {data}" pada title dalam bilah Properties
2. Pada panel Data/Service, klik kanan TwitterService dan pilih Properties.
3. Klik Add di atas Operation table, lalu ganti Operation1 menjadi getTweets. Isikan http://search.twitter.com/search.json pada URLnya.
4. Klik Add 2x di atas Parameters table, isi parameter names dengan q dan result_type. Lalu tekan Enter. Pastikan Kedua type data berupa String.
5. Tekan Finish.
6. Kembali ke panel Data/Service, Klik kanan getTweets() dan pilih Configure Return Type...
7.Pastikan Auto-detect terpilih, lalu tekan Next
8. Ketik Tweets pada name.
9. Ubah Results[] menjadi Tweet[], lalu tekan Finish.
10. Klik kanan pada getTweets(), pilih Generate Service Call.
Membuat auto-refresh pada TweetsView
1. Dalam masukkan kode:
public function refresh(): void 
       getTweets(String(data), "recent"); 
}
2. Di bawah ketik viewActivate="refresh()"
Letakkan kursor di depan tanda ">" pada tag  yang awal.
3. Pilih Data>Bind to Data (seperti pada langkah 13)
4. Seharusnya Existing call result sudah terseleksi, dan pada existing CallResponder sudah tampak getTweetsResult.
16. Pada Data Provider, pilih results[]
17. Pada Label field, pilih text, lalu tekan OK.
Setting View Navigation
Untuk membuat perintah tampilan halaman selanjutnya sesuai dengan item yang dipilih pada  Home Screen, caranya cukup mudah.
1. Pilih TwitterTrendsHomeView.mxml
2. Masuk ke design view
3. Klik pada List Area yang telah kita buat, lalu ketikkan navigator.pushView(TweetsView, list.selectedItem.name) pada On Change di bilah properties. Kemudian tekan Enter.
Membuat IconItemRenderer
Dengan IconItemRenderer, kita bisa memuat icon, label dan message dalam 1 item, yang bisa diperintah rendering ke hal yang lebih detil di halaman selanjutnya.
Cara membuatnya lebih mudah jika memakai kode :
1. Pilih TweetsView.mxml (bukan TwitterTrendsHomeView.mxml, karena tampilan kodenya hampir sama)
2. Delete labelField="text" dalam , karena akan kita jabarkan dalam IconItemRenderer di bawah.
3. Buat baris dengan menekan Enter di depan
4. Ketik Icon, lalu tekan Ctrl+Space. Sehingga terbentuk kode secara otomatis.
5. Lengkapi Kode sehingga menjadi :
**Sebaiknya Kode diatas Anda ketik, bukan mengcopy-nya, agar mengetahui fasilitas dan kemudahan dalam flash builder. Untuk memunculkan pop-up atas kode yang anda inginkan dapat menggunakan Ctrl+Space, lalu pilih kode yang diinginkan. Seperti pada saat anda mengetik iconPlaceholder="{assets.}", anda pilih LoadingIcon, sehingga secara otomatis akan mengimpor assets.LoadingIcon dan menempatkannya di dalam .
6. Tekan Save, lalu Run aplikasi ini.
Membuat Tombol Back untuk kembali ke HomeScreen
Aplikasi yang telah kita buat sudah dapat dinikmati, hanya saja untuk kembali ke homescreen kita harus menekan tombol Ctrl+B. Hal ini membuat kurang nyaman, oleh karena itu kita dapat membuat sebuah tombol agar bisa secara nyaman kembali ke HomeScreen. Caranya tidak sulit:
1. Pilih TweetsView.mxml
2. Masuk ke design mode.
3. Drag Button dari bilah component, ke navigationContent yang terletak di sebelah kiri judul pada ActionBar
4. Ubah Label: pada bilah properties menjadi "Back" dan ketik "navigator.popView()" pada On click. Tekan Enter, lalu save.
Membuat UserInfoView
1. Klik kanan pada TwitterTrends/src/views, lalu pilih New> MXML Component
2. Beri nama UserInfoView
3. Masuk ke design mode.
4. Drag Image dari bilah component, ke navigationContent yang terletak di sebelah kiri judul pada ActionBar.
5. Pada bilah Properties, setting width dan height menjadi 43.
6. Ketik "navigator.popView()" pada click dalam alphabetical view.
7. Drag Label dari bilah component, ke titleContent yang terletak di tengah ActionBar
8. Pada bilah Properties, setting menjadi Bold dan ubah warnanya menjadi putih.
9. Drag Label lagi sebanyak 4 buah, dan buat seperti gambar di bawah ini:
10. Setting constraint label (location) dan (follower) seperti berikut ini:
11. Klik Alphabetical view pada pojok kanan atas bilah properties, lalu setting maxDisplayedLines dengan 1.
12. Drag List dari bilah component, ke bawah Label, dan resize secara penuh ke kanan, kiri, dan bawah. Atur constrainnya menjadi 0 semua.
13. Masuk ke Alphabetical view, lalu setting borderVisible menjadi "true"
Menghubungkan Data dengan UserInfoView
1. Pada panel Data/Service, klik kanan TwitterService dan pilih Properties.
2. Klik Add di atas Operation table, lalu ganti Operation1 menjadi getUserInfo. Isikan http://api.twitter.com/1/users/show.xml pada URLnya.
3. Klik Add di atas Parameters table, isi parameter names dengan screen_name. Lalu tekan Enter. Pastikan type data berupa String.
4. Tekan Finish.
5. Kembali ke panel Data/Service, Klik kanan getUserInfo() dan pilih Configure Return Type...
6. Pastikan Auto-detect terpilih, lalu tekan Next
7. Pada kolom Enter Value, ketik Adobe (baris yang sama dengan screen_name), lalu tekan Next.
8. Tekan Finish.
9. Klik kanan pada getUserInfo(), pilih Generate Service Call.
10. Kembali ke panel Data/Service, Klik kanan pada getTweets(), pilih Generate Service Call.
11. Di dalam ketik kode:
public function refresh(): void 
getUserInfo(String(data)); 
getTweets("from:" + String(data), "recent"); 
}
12. Tambahkan viewActivate="refresh()" di bawah
13. Hapus title="UserInfoView" di bawah 
14. Pilih Data>Bind to Data (seperti pada langkah 13)
Seharusnya Existing call result sudah terseleksi, dan pada existing CallResponder sudah tampak getTweetsResult.
15. Pada Data Provider, pilih results[]
16. Pada Label field, pilih text, lalu tekan OK.
17. Delete labelField="text" dalam , karena akan kita jabarkan dalam IconItemRenderer di bawah.
18. Buat baris dengan menekan Enter di depan 
19. Ketik Icon, lalu tekan Ctrl+Space. Sehingga terbentuk kode secara otomatis.
20. Lengkapi Kode sehingga menjadi :

21. Masukkan source="{getUserInfoResult.lastResult.profile_image_url}" dalam navigationContent.
22. Ubah menjadi text="{data}" dalam titleContent.
23. Ubah menjadi text="{getUserInfoResult.lastResult.location}" untuk label (location).
24. Ubah menjadi text="{getUserInfoResult.lastResult.followers_count}" untuk label (follower).
Seperti tampak pada gambar di bawah ini:
Membuat Change handler untuk menuju ke UserInfoView
1. Pilih TweetsView.mxml
2. Masuk design view, pilih kotak List di tengah area.
3. Ketik navigator.pushView(UserInfoView, list.selectedItem.from_user) pada Change dalam bilah properties.
4. Tekan Enter, lalu save.


Selesai.
Anda bisa mencobanya beberapa kali hingga paham dan mengerti fungsi-fungsi dari kode yang dimasukkan.
Selanjutnya......

Jumat, 08 Juli 2011

Wow, 15 Miliar Unduhan di App Store! oleh 200 juta pengguna




Sejak App Store diluncurkan pada Juli 2008 lalu, terjadi 15 miliar unduhan pada sistem distribusi aplikasi online untuk iPhone, iPod Touch, dan iPad tersebut.


Dalam pengumumannya, di Cupertino California, Apple menyebutkan, sampai saat ini di App Store terdapat lebih dari 425.000 aplikasi dan 100.000 aplikasi di antaranya diciptakan khusus untuk tablet keluaran Apple, iPad.


"Hanya dalam 3 tahun, App Store yang revolusioner tumbuh menjadi Software market yang paling sukses dan menarik yang pernah ada di dunia", kata Phillip Schiller, Senior Vice President Apple untuk Pemasaran Produk Worldwide. "Terima kasih kepada seluruh developer hebat yang telah mengisinya dengan lebih dari 425.000 aplikasi keren dan terima kasih juga kepada 200 juta pengguna iOS untuk melakukan 15 juta unduhan", tambahnya.



"Kami mempesona musical magic ketika pengguna iPhone menggunakan Ocarina tiga tahun lalu," kata Dr. Ge Wang, penemu Smule dan Asisten Profesor di Stanford's Center for Computer Research in Music and Acoustics. "Dan sekararang dengan iPad, kami membuat aplikasi Magic Piano dan Magic Fiddle. Siapa yang menyangka sebuah iPad dapat membuat jalan menuju San Fransisco Symphony?"

Hingga kini, Apple sudah membayar pengembang aplikasi sejumlah 2,5 miliar dollar AS. Apple memperoleh pendapatan bersih dari penjualan aplikasi itu senilai lebih dari 1 miliar dollar AS.

Pada Januari 2010, App Store melampaui 3 miliar unduhan, dan pada Januari 2011, Apple mengumumkan bahwa App Store sudah melewati angka 10 miliar unduhan. Apple hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai angka 15 miliar unduhan.
Selanjutnya......

Senin, 04 Juli 2011

Rekor baru, 8 menit 34 detik bikin aplikasi tweeter reader di 3 gadget

Anda bisa lihat betapa mudahnya membuat aplikasi dengan Flash Builder, dan tidak hanya 1 platform, langsung 3 platform!! dalam 8 menit 34 detik!!

Ini videonya :



Efektif dan efisien kan?


Tunggu apalagi?
Mari kita belajar bersama, hanya butuh 1 minggu menurut kurikulum pelatihan dari Adobe. 
Bagusnya lagi, pelatihannya gratis ...


disini...





Selanjutnya......

Belajar Flash Builder 1 minggu dari Beginner hingga Advance

Anda ingin serius menekuni Flash Builder dari tingkat Beginner sampai Advance? ternyata kalau kita serius cuma butuh waktu seminggu.
Ya cuma seminggu, dan bukan 7 hari, hanya 5 hari hari kerja.
Bagaimana bisa cuma seminggu?
Adobe memberikan kurikulum, pelatihan, dan video tutorial gratis disini.


Ini dia jadwalnya :

Day 1: Flex basics

Day 1 project files

(ZIP, 22.8 MB)
  1. Day 1 videos (ZIP, 397 MB)


Day 2 project files

(ZIP, 54 MB)
  1. Day 2 videos (ZIP, 393 MB)

Day 3: Data handling and manipulation

Day 3 project files

(ZIP, 47.2 MB)
  1. Day 3 videos (ZIP, 284 MB)


Day 4 project files

(ZIP, 50 MB)
  1. Day 4 videos (ZIP, 309 MB)

Day 5 project files

(ZIP, 38.8 MB)
  1. Day 5 videos (ZIP, 309 MB)
Selanjutnya......