Selasa, 05 Juli 2011

iPhone 5 vs Galaxy Z vs Nexus 4G

Guna menyaingi iPhone 5, Samsung meluncurkan produk terjangkau, adik Galaxy S2, Galaxy Z. Pesaing murah iPhone 5 ini diharapkan rilis pada September. Sedangkan Google Akan mengeluarkan Versi lanjutan Nexus Google yang oleh beberapa pihak menamakannya Nexus 4G, akan menjadi smartphone ‘ganas’.


iPhone 5

Mengapa produsen lain ribet untuk merilis produk saingi iPhone 5?
Ada beberapa keunggulan yang dirumorkan bakal diusung oleh iPhone 5 :
Layar yang lebih lebar 4-inch: Dengan layar lebar, edge-to-edge screen, smartphone ini lebih terlihat seperti mini tablet dengan chasis seukuran iPhone 4. Keinginan untuk menggunakan layar lebih lebar, sudah ada sejak juni 2010.
E-Ink/Retina Display: Bersamaan dengan layar lebar, pengguna iPhone juga berharap bertambahnya resolusi layar dan retina display pada iPhone 5. Faktanya, hal ini juga keinginan pengguna pada iPad 2. 
USB 3.0/Thunderbolt: Seperti yang kita tahu, bahwa iPhone sangat kurang dalam hal konektifitas dan USB. Diharapkan iPhone 5 mengusung teknologi konektivitas seperti USB 3.0 atau thunderbolt. 
64GB of Cloud Storage: Penambahan kapasitas penyimpanan untuk iPhone 5 akhirnya terwujud, sebuah laporan mengindikasikan bahwa Apple telah membeli penyimpanan ber-petra-petrabytes yang akan mendukung cloud-based storage bagi pengguna iPhone 5. 
A5 Chip and iOS 5: Baik chip A5 maupun sistem opertasi iOS5 jelas akan dimasukkan ke dalam iPhone 5. Karena keduanya telah dipakai juga dalam iPad 2.
HDMI Output Capability: HDMI output merupakan yang sudah ditambahkan pada iPad 2, dan hal ini disambut hangat oleh penyuka HD dan pengguna iPhone. Dengan adanya koneksi HDMI, jelas menjadi nilai tambah tersendiri bagi iPhone 5.

Samsung Galaxy Z

Perangkat baru dari produsen asal Korea ini diharapkan rilis bersamaan iPhone, yakni September. Perangkat ini menggunakan Nvidia Tegra 2 SoC dual core 1GHz. Layar Galaxy Z sendiri hanya berbeda satu inci dari Galaxy S2, yakni 4,2 inci.

Bedanya, Galaxy Z menggunakan Super LCD sedangkan Galaxy S2 menggunakan Super AMOLED plus dengan resolusi 480x800 piksel. Perangkat baru ini memiliki ketebalan 9,5 mm dan berat 135 gram.

Seperti ditulis techradar, banyak pihak mengatakan, Galaxy Z merupakan versi pembaruan Galaxy S, dilihat dari fitur kamera 5MP berkemampuan rekam definisi tinggi (HD), memori sebesar 8GB yang bisa diperbesar dengan kartu microSD dan sistem operasi (OS) Android Gingerbread.

Namun belum ada rincian lebih lanjut mengenai perangkat baru ini. Namun, di Swedia, perangkat ini bisa diperoleh dengan kontrak di operator 3 dengan biaya bulanan 30 GBP (Rp 410 ribu).




Nexus 4G



Jonathan S. Geller dari GBR mengatakan, perangkat ini akan menjadi ‘binatang buas’ dan tak akan memiliki tombol fisik apa pun. Selain itu, perangkat ini juga akan menjadi smartphone Android pertama berfitur sistem operasi (OS) v4.0 Ice Cream Sandwich.
Perangkat ini akan ditenagai dua core 1,2GHz atau 1,5GHz SoC. Blogger ini mengatakan, Nexus 4G ini tak akan menggunakan quad core monster Nvidia, Kal-El. Gantinya yakni, TI OMAP 4460 atau 25nm Qualcomm Snapdragon ‘Krait’.
Artinya, smartphone ini akan dibuat HTC atau Motorola yang telah menjadi mitra utama Qualcomm. Namun belum ada informasi ukuran layar smartphone ini selain model 720p HD yang menandakansmartphone ini beresolusi 1280x720, resolusi ini 50% lebih tinggi dibanding iPhone 4.
Alhasil, smartphone ini jelas akan menyaingi tampilan ‘Retina’ Apple yang memiliki kepadatan piksel lebih tinggi dari 326ppi.
Spesifikasi lain smartphone ini termasuk, 4G LTE radio, 1GB RAM, putar dan rekam video 1080p, kamera depan 1MP dan belakang 5MP yang menawarkan ‘kualitas gambar terdepan’ dan ‘kinerja superior saat minim cahaya’.
Nexus 4G diharapkan muncul bertepatan iPhone 5 rilis.

Selanjutnya......

Senin, 04 Juli 2011

Material Logam iPad Sudah Langka - teknologi.inilah.com

Jepang - Ilmuwan Jepang mengatakan mineral penting untuk pembuatan produk iPad, sudah langka. Tinggal satu kilometer persegi.

"Barang-barang elektronik mengandung mineral logam yang saat ini sudah langka. Sekarang hanya tersedia satu kilometer persegi saja untuk memenuhi seperlima kebutuhan dunia," ujar Yasuhiro Kato, profesor Ilmu Bumi Universitas Tokyo.

Materi mineral yang dimaksud adalah logam tantalum dan yttrium. Kedua logam itu sudah langka sekarang. China adalah negara yang paling banyak punya persediaan mineral logam ini. Mereka menyuplai sekitar 97% kebutuhan dunia.

Tapi Desember lalu China mengumumkan bahwa mereka sudah memangkas jumlah ekspor material ini. Implikasinya, tentu harga iPad dan barang elektronik lain yang sejenis akan semakin mahal.

Hasil temuan Kato ini akan berpengaruh pada jumlah produksi barang elektronik. Namun penelitian terbaru mereka yang dipublikasikan di Nature Geoscience menemukan mineral ini masih ada, tapi terdapat di 3.500 hingga 6.000 meter di bawah permukaan laut, dan hanya ada di 78 lokasi, antara lain Hawaii dan Tahiti.

Tantalum dan yttrium vital untuk membuat berbagai barang elektronik teknologi tinggi, seperti smartphone, tablet, TV layar datar, magnet, dan baterai.

Selanjutnya......

Mengenang Robert Morris, Salah Satu "Bidan Unix" - KOMPAS tekno



Robert Morris, ahli kriptografi yang turut membantu mengembangkan sistem operasi komputer paling aman saat ini, Unix, meninggal dunia di usia 78 tahun pada 19 Juni 2011 lalu. Istri Robert, Anne Farlow Morris mengatakan suaminya meninggal dunia karena mengidap komplikasi Demensia.  

Semasa hidupnya, Robert dikenal sebagai pemikir orisinal dalam dunia ilmu komputer. Ia pernah melakukan penelitian rahasia seputar cyberwar yang merusak sistem pemerintahan Saddam Husein dalam bulan-bulan menjelang perang Teluk Persia tahun 1991.

Robert Morris dilahirkan di Boston tanggal 25 Juli 1932. Ia adalah putera dari Walter W. Morris dan Hellen Kerry Moris. Ia memperoleh gelar sarjana dalam matematika terapan dari Universitas Harvard.

Dimulai tahun 1970, ia bekerja di perusahaan Bell Laboratories. Awalnya ia bekerja mendesain perangkat lunak khusus yang dikenal sebagai compiler, yang mengkonstruksi instruksi programer ke dalam mesin yang dapat dibaca langsung dan dieksekusi oleh komputer.

Ia kemudian bekerja dengan kelompok riset Unix di Bell Laboratories. Ia adalah seorang kontributor utama dalam kedua fungsi numerik dari sistem operasi dan kemampuan keamanan, termasuk sistem password dan sistem enksipsi. Unix kini menjadi salah satu sistem operasi terkemuka di dunia dan menjadi dasar pengembangan sistem operasi berikutnya. Variasi dari perangkat lunak Unix, misalnya, kini memberikan dasar pengembangan Linux juga untuk iOS yang digunakan pada iPhone, Macintosh OSX, serta sistem operasi Android buatan Google.

Minatnya dalam keamanan komputer diperdalam pada akhir tahun 1970 saat ia terus mengeksplorasi kriptografi, studi dan praktek melindungi informasi dengan mengubahnya menjadi kode. Dengan peneliti lain, ia mulai bekerja membuat sebuah makalah akademis yang menguraikan tentang sistem enkripsi yang dilakukan lebih awal di Jerman.

Sebelum makalahnya dipublikasikan, Robert mendapat panggilan dari National Security Agency Jerman. Agency mengundangnya untuk berkunjung dan ketika ia bertemu dengan pejabat setempat, ia justru diperintahkan untuk tidak mempublikasikan makalah akademis yang telah disusunnya tersebut karena berisi tentang kerentanan sistem kriptografi modern yang ada di Jerman.

Ia menuruti perintah pejabat tersebut dan sejak tahun 1986 ia bergabung dengan National Security Agency tersebut dan bertugas melindungi komputer pemerintah dan proyek yang melibatkan pengintaian elektronik serta perang online. Meskipun tidak pernah secara rinci menyebutkan proyek-proyek apa yang dilakukannya selama bekerja, namun ia pernah menyampaikan kepada wartawan bahwa ia telah membantu FBI dengan bukti-bukti encoding yang telah dienksipsi olehnya.

Sayangnya, tahun 1988 ia tersandung kasus yang terkait dengan ulah anaknya, Robert Tappan Moris. Mahasiswa pascasarjana dalam ilmu komputer di Cornell University ini menulis sebuah program yang kemudian dikenal sebagai worm komputer. Meskipun perangkat lunak yang dikembangkannya dimaksudkan untuk jaringan tersembunyi, namun hasil percobaannya menimbulkan kemacetan lebih dari 10 persen dari 50.000 komputer pada saat itu.

Kejadian itu membuat Tappan bersembunyi di rumah orang tuanya sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Biro Investigasi Federal (FBI). Ia dihukum dibawah Undang-Undang kejahatan komputer, dijatuhi hukuman percobaan dan diperintahkan membayar denda 10.000 dollar AS dan melakukan pelayanan masyarakat.

Setelah kasus tersebut Robert tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai ilmuwan kepala badan keamanan nasional dan pensiun tahun 1994. Setelah melanjutkan pendidikan dan menerima gelar doktor ilmu komputer dari Universitas Harvard, Robert bergabung menjadi anggota Massachusetts Institute of Technology hingga akhir hayatnya. Robert meninggal dunia pada 19 Juni 2011 di Lebanon dalam usia 78 tahun.

Sumber :The New York Times

Selanjutnya......

Aplikasi "Kompas.com for PlayBook" Sudah Tersedia - KOMPAS tekno


Mulai Senin (4/7/2011), pengguna tablet BlackBerry PlayBook sudah dapat mengunduh aplikasi "Kompas.com for PlayBook". Aplikasi yang menghadirkan semua informasi berita dari situs Kompas.com tersebut telah dirancang khusus untuk perangkat tablet.

"Kenapa perlu membuat aplikasi Kompas.com versi tablet? Karena kami ingin memberikan alternatif kepada pengguna tablet dalam mengakses Kompas.com dengan cara yang nyaman, intuitif, dan memanfaatkan fitur serta karakter perangkat tablet seperti BlackBerry PlayBook " kata Edi Taslim, Business General Manager Kompas.com.

Aplikasi tersebut menyajikan semua informasi dari semua rubrik dan kanal yang tersedia di Kompas.com dari kanal Properti, Tekno, Otomotif, Entertainment, Bola, Health, dan Female, serta rubrik Nasional, Internasional, Regional, Megapolitan, Bisnis Keuangan, Olahraga, Sains, Travel, Oase, Edukasi, serta News in English.

"Untuk melihat-lihat artikel yang tersedia cukup dengan navigasi ala tablet, yaitu touch and swipe, tidak harus berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya seperti kalau mengakses Kompas.com langsung di browser. Selain itu aplikasi "Kompas.com for PlayBook" juga mendukung fitur accelerometer sehingga pengguna dapat mengkonsumsi berita dan artikel dalam mode portrait maupun landscape," jelas Edi.

Ia mengatakan, "Kompas.com for PlayBook" merupakan aplikasi kedua buatan Kompas yang dirancang khusus untuk pengguna PlayBook. Meski tablet buatan Research In Motion (RIM) Kanada tersebut belum secara resmi masuk ke Indonesia, Kompas telah mengantisipasi kebutuhan konsumen terhadap konten lokal yang berkualitas.

"Ini melengkapi aplikasi Kompas Editor's Choice for PlayBook yang sudah ada lebih dulu di BlackBerry App World sejak 19 April 2011. Hanya berselang beberapa hari sejak BlackBerry PlayBook dirilis resmi di US & Canada," tandas Edi.

Aplikasi Kompas.com dan Kompas Editor's Choice for PlayBook dapat diunduh di BlackBerry AppWorld secara gratis.

Selanjutnya......

Rekor baru, 8 menit 34 detik bikin aplikasi tweeter reader di 3 gadget

Anda bisa lihat betapa mudahnya membuat aplikasi dengan Flash Builder, dan tidak hanya 1 platform, langsung 3 platform!! dalam 8 menit 34 detik!!

Ini videonya :



Efektif dan efisien kan?


Tunggu apalagi?
Mari kita belajar bersama, hanya butuh 1 minggu menurut kurikulum pelatihan dari Adobe. 
Bagusnya lagi, pelatihannya gratis ...


disini...





Selanjutnya......